Minggu, 21 Maret 2010

Surat Cinta Buat Sang Bos


11 Maret 2010, surat itu kukirim. Bukan surat cinta untuk kekasih, bukan juga surat promo-promo daganganku. Tapi surat pengunduran diri resmi untuk kantorku. Appppaaaa???? Resign???
“Lo yakin Mil mo resign”
“Iya”
“trus nanti lo makan darimana”
“usaha”
Sebuah keputusan yang mungin sedikit gila. Di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda, kenapa saya justru mengambil sebuah keputusan yang aneh. Tak sedikit yang bertanya “kenapa”, dan diiringi senyum tanda kemantapan hati, jawaban sederhana saja yang meluncur: “Pengen istirahat dulu, pengen sama anakku.”
Baru 3 tahun saya bekerja, tahun pertama loncat-loncat dari satu kantor ke kantor lainnya, sampai akhirnya 2 tahun terakhir kuhabiskan di kantor yang sekarang. Dan berarti 3 tahun sudah saya meninggalkan Rayyan setiap hari pergi pagi pulang petang gaji pas-pasan. Walau masih sempat sarapan bareng dan nganter ke sekolah, tetep aja nggak bisa nebus waktu yang udah ilang sebelumnya. Rasa bersalah itu gak akan pernah tertebus.
Kembali ke surat, akhirnya mantap kukirim ke semua petinggi perusahaan. Surat lainnya, kukirim ke temen-temen seperjuangan disana. Satu persatu langsung merespon, ada yang langsung bales imel, ada juga yang langsung ngebuzz YM. Bertanya dengan panik tentang alasanku mengundurkan diri, terutama buat yang kedapetan hand-over tugas. Satu persatu juga kubuat mereka mengerti dengan posisiku. Sebagai single fighter–maap yak klo banyak yang baru tau–, saya memang amat bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup berdua dengan Rayyan, anakku satu-satunya. Segala cara–asal halal–kulakoni untuk sekedar bisa makan enak tiap hari, sekolah, jalan-jalan tiap minggu, dan belanja-belanja =D Semua gaji yang tak seberapa itu kuputar seputar-putarnya di beberapa bidang usaha untuk bisa menjadi berlipat-lipat. Tapi aku sadar, uang-uang itu tak sebanding dengan waktu yang terlewatkan bersama anakku. Beberapa waktu lalu kukendurkan waktu untuk bisnis, demi bisa punya banyak waktu bermain dengan Rayyan. Bisnis sudah dikurangi, ternyata ujian berikutnya datang. Beasiswa kuliahku diterima. Awalnya jadwal kuliah yang Kamis-Jumat-Sabtu masih bisa diimbangi, anakku pun mengerti dengan kesibukan baru Umma nya ini. Namun begitu masuk semester 2, jadwal kuliah berubah drastis menjadi tiap hari jam 5 sore sampai jam 8–ngaret bisa sampe semaunya dosen–. Appah??? Duh, please deh, capeeeeeeeeeek. Tiap hari pulang jam setengah sebelas malem buuu. Dan gak bisa langsung tidur juga, karena Rayyan masih setia nungguin Umma pulang. Dan sedikitpun Rayyan gak pernah ngeluh, tiap pulang tetep aja dia loncat ke pelukan dengan girangnya. Malah sering banget dia langsung nanya “Umma baru pulang kuliah? Rayyan pijitin ya, mau gak?” Duh, ibu mana yang gak makin sayang sama anak kayak gini. Walaupun umurnya baru aja masuk 5 taun tapi Rayyan emang terkenal pengertiannya. Contohnya ya itu tadi. Sempet-sempetnya dia nawarin mijitin padahal itu udah dini hari buat anak-anak. Rasa bersalah pun makin menggunung, makin menguatkan niat untuk segera resign. Bisa ditebak kan, dialah orang pertama yang girang dengan rencana tadi.
“Asiiik, Umma mau berenti kerja?”
“Iya, Umma mau kerja dirumah aja. Rayyan mesti janji bantuin Umma juga, jadi anak yang baik ya.”
“Iya Umma….. oke boss.”
“Tapi sore umma kuliah boleh kan?”
“Iyaaaaaaa….” Sambil meluk Ummanya
Begitulah Rayyan, gemesin.. *duh kangen dia..
***
Dan, surat itu pun terkirim sudah. Satu resolusiku: resign and make money from my own business sudah bisa dicontreng. Selanjutnya, saat ini saya masih membangun tim usaha yang solid untuk usaha-usaha tersebut. Mohon doa restu dan dukungan dari temen-temen semua.. Semoga keputusan ini bisa memperbaiki semua keadaan menjadi lebih baik. Waktu banyak, uang juga banyak heheheheh… Doakan aku ya *bentengtakeshimode:on”
Hugs…. ^^v

5 comments:

@yank Mira on 21 Maret 2010 23.21 mengatakan...

Bismillah aja say, semoga keuputusan ini diridhoi oleh Allah Swt, Semangaddh ya Ummi... aku pernah merasakan seperti itu, kehilangan waktu bersama putriku, rasanya ga enak banged, 8xixixixi, ga maksud memperngaruhi yaaa, mwah mwah

senja on 22 Maret 2010 00.04 mengatakan...

insyallah semua berjalan baik umi,...sebagai teman kita pasti doain dan suport dirimu ya mi ^^

tetep semangat ya untuk rayyan tercinta ^_*

iLLa on 22 Maret 2010 00.44 mengatakan...

huwee mw berwiraswasta juga mbak? semangap semangap, bisa memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri, ga begantung sm orang lain, kek sayah :( *nasib karyawan
semoga secepatnya bisa mengikuti jejak mbak umi ^_*

Umi Kamilah Islamiyah on 22 Maret 2010 08.42 mengatakan...

all, makasi ya buat support nya.. emang gak gampang, tapi aku yakin bisa.. caiyo!!! hugs n luv.. mwah mwah..

d3vy on 29 Maret 2010 15.54 mengatakan...

Selamat ya Mil, sukses selalu :)

*hope that I have enough guts to take that path* :)

 

Temen Blogger ^^

Komunitas Saya