Senin, 29 Maret 2010

Semangat Sabtu Pagi (Perjalanan Menuju Perpustakaan SEBUAI)

5
Sodara sodara, mohon maaf perjalanan selanjutnya baru bisa diceritakan hari ini. Cerita terakhir adalah waktu saya mampir di warnet di sekitaran Setu arah ke MM2100 Bekasi, ditengah perjalanan saya menuju Pembukaan Perpustakaan pertama SEBUAI. Kebiasaan saya adalah bertanya sesering mungkin untuk menghindari nyasar. Makanya waktu keluar dari warnet, saya nanya lagi ke satpamnya kira-kira kalau menuju Gedung Juang Tambun lebih deket lewat mana. Ternyata bukan lewat MM2100, tapi disuruh lurus aja sampe ketemu Kalimalang (buset, ini kali panjang amat ya..). Nah, akhirnya saya mengikuti navigasi dari pak satpam. Memang lebih cepat, terbukti cuma sekitar 15menit saya sudah sampai di lokasi. Jalan tikus yang saya lewati (berkat nanya lagi ke tukang ojek) juga membantu, karena langsung tembus tepat di seberang Gedung Juang. Dari seberang saya perhatikan Gedung Juang yang sangat tidak terawat itu. Setibanya disana, saya langsung duduk bergabung dengan teman-teman lain di teras depan. Acara yang sederhana, Adhyanti sang pelopor SEBUAI pun memberikan sambutannya. Yang hadir sedikit sekali, hanya rombongan dari SMKN 2 Cikarang serta saya dan Mbak Ajeng mewakili Blogger Bekasi. Sisanya ya panitia.

 
Tak seperti nama gedungnya, Gedung Juang, tuan rumahnya bukanlah veteran-veteran perang jaman dulu yang sekarang dah aki nini, melainkan komunitas anak-anak pengamen jalanan. Mereka begitu antusias dengan pembukaan perpustakaan SEBUAI ini apalagi ketika Mbak Adhy menjelaskan visinya untuk secara bertahap membuat sekolah terbuka untuk mereka. Acara menjadi seru ketika mereka tampil di depan kita. Dengan instrumen ala kadarnya, mereka mampu bernyanyi dengan semangatnya.

 

Entah kenapa saya melihat sesuatu dari mata mereka. Seperti mereka bernyanyi dengan hati, bukan sekedar musik tak berarti. Nyanyian itu sungguh menyayat mata hati saya. Percaya atau tidak, saya menangis. Entah kenapa. Melihat begitu tulusnya suara-suara mereka keluar dengan lantangnya. Nyanyian pun selesai, seorang diantara mereka, sepertinya dituakan, diminta maju memberi kata sambutan.


Pemuda yang dipanggil Om Dayak itu pun banyak bercerita tentang kisah mereka para pengamen jalanan. Tanya jawab pun menjadi seru diselingi gurauan-gurauan khas anak jalanan. Sungguh saya tak menyimak pembicaraan mereka, saya hanya memperhatikan betapa semangat mereka patut dijadikan contoh oleh kita. Juga rasa kebersamaan mereka, kreatifitas mereka. Saya diam. Melihat sisi lain kehidupan jalanan, menyadarkan saya yang tak pernah puas mensyukuri kehidupan. Hari ini saya belajar dari mereka. Belajar menikmati hidup dengan penuh rasa syukur.
Tiba-tiba saya tersadar, acara mulai menjadi jenuh. Saya pun berdiri tiba-tiba, "gimana kalo kita kenalan satu sama lain?"
"setujuuuuu....", sorak anak-anak SMK dengan heboh.
Maka satu persatu teman-teman pengamen pun memperkenalkan diri, walaupun akhirnya ada juga yang lari karena malu tapi tetap saja kami menjadi lebih dekat. Acara kembali menjadi seru, walau hanya berlangsung singkat. Suara saya sampai langsung serak menyemangati sesekali menyoraki mereka yang maju.


Saya suka sekali hari ini. Kawan saya menjadi bertambah banyak. Acara bubar begitu saja, perlahan tapi pasti. Tak berapa lama berselang, datang gerombolan Ibote membawa tambahan buku untuk SEBUAI. Tidak hanya buku, mereka juga membawa meja-meja kecil sebagai perlengkapan perpustakaan. Sungguh kekeluargaan yang indah, yang hanya berawal dari perkenalan di dunia maya. Selanjutnya, Ibote dan kawan-kawan lainnya sudah larut dalam "nyanyian ramai-ramai" mereka, sampai lupa bahwa masih ada perjalanan selanjutnya menuju Karawang untuk menyampaikan bantuan kepada korban banjir disana. Saya masih saja sibuk mengambil gambar kegiatan-kegiatan seru mereka mengusir kejenuhan menunggu mobil yang belum kunjung tiba (sayangnya kamera yang saya pakai punya Mbak Ajeng, jadi foto-fotonya masih tersimpan di Mbak Ajeng, huhuhuuu...)


Jam 1 siang, Pak Harun dan 4 mobil datang, dengan segera bantuan logistik dimuat kedalam mobil. Jam setengah dua kami pun berangkat, dengan berdempet-dempetan ria kami berjalan dengan semangat '45 menuju Karawang. Para pengamen tak ketinggalan, mereka menunjukkan kepedulian mereka dengan ikut menyewa satu mobil angkot dan beramai-ramai ke lokasi banjir untuk menghibur para korban. Acara SEBUAI berakhir manis, siap memulai perjalanan baru. Perjalanan yang masih panjang untuk menghidupi Perpustakaan Pertama SEBUAI di Gedung Juang sesuai dengan visi dan misinya. Sukses untuk SEBUAI!!!


artikel terkait:
SEBUAI Punya Hajat





Sabtu, 27 Maret 2010

Semangat Sabtu Pagi (Prolog)

2
Tadinya mau cerita tentang keapesan saya di hari kemarin, tapi gak tau kenapa kok males, mood nya ilang sudah. Karena saya mau ceritain tentang semangat saya di Sabtu pagi iniMySpaceHari ini jadwal sudah tersusun rapi: 1. Ikut acara pembukaan Perpustakaan pertamanya SEBUAI. 2. Ikut ke Karawang meninjau lokasi banjir disana (ini kalau memungkinkan). Dari semalam, saya sudah merapihkan beberapa pakaian yang mau saya bawa buat mereka korban banjir, baju-baju Rayyan pun tak lupa saya pilih-pilih, juga buku-buku buat SEBUAI. Semangat rasanya mandi pagi-pagi (tumben banget hari libur mandi pagi), berharap bisa segera tiba di tempat tujuan yang masih nggak tau itu dimana. Pukul 07.07 saya mulai keluar rumah, cari cucian motor sambil cari sarapan. Motor bersih, perutpun terisi. Buntelan sudah rapi pula mejeng di motor, apalagi begitu ditambah beberapa potong kaos dan buku dari Bli Gusti =D bertambah gendutlah si buntelan. Pagi ini cerah, bersiap-siap berangkat segera setelah si Kanzen cling mengkilap. Pukul 08.23, meluncurlah sayaMySpace Ups, kemana??? Saya kan gak tau letak keberadaan si Gedung Juang itu. Bingung pun melandaMySpace Saya pun memutuskan untuk menelepon beberapa teman blogger bekasi untuk navigasi. Hasilnya adalah sebagai berikut: Mbak Ratu, gak tau. Pak Harun, gak bales2 sms, gak angkat2 telp. Akhirnya nelp jawaranya bekasi, Kang Komar, pastilah dia tau dimana letak si Gedung Juang. Ternyata Gedung Juang itu di Tambun sudara-sudara.. bingunglah saya, mesti lewat mana nih? Akhirnya lewat Setu Cileungsi yang biasa saya lewatin kalo lagi nganterin pesenan snack ke MM2100. Dan sekarang saya masih belum nyampe di MM2100, mampir dulu ke warnet buat ngasi laporan ke blog, juga buat liat perkembangan sumbangan dari temen-temen blogger lainnya. Selain itu pastinya buat update status..heheh, teuteup ya.. Yowis, tunggu lanjutan perjalanan saya yah.. MySpace

Kamis, 25 Maret 2010

Iri???

12
Pagi tadi, di depan pintu sambil memakai sepatu hendak pergi kerja, kudengar suaranya. Suara indah yang andai dia tahu betapa aku rindu dipanggilnya.
"Bi, ini lho ada yang namanya Gadi.."
samar kudengar ia bicara, bukan padaku.
"dia itu sama bidangnya di MICE juga, cuma dia gak punya tim. Jadi dia ngelamar2 kalo lagi mau ada event besar, biasanya dia nyarinya yang skala internasional. Sekarang dia lagi di Oman."
lanjutnya lagi.
Aku diam..
"iya Abi juga banyak panggilan buat event, tapi gak dibolehin sama kampus."
sahut adikku
Aku masih saja diam mendengar percakapan mereka.
Betapa aku rindu..
Aku kembali mendengarkan, acara pakai sepatu hari ini menjadi begitu lama.
"Iya, dari sekarang deh cari channel kayak dia, persiapin diri juga, les TOEFL sana."
Slep. Aku lemas, tak sanggup berdiri rasanya. Ingin pergi secepatnya. Tutup pintu, kabur dengan motor tua itu. Tak ada perlawanan, aku diam. Bahkan masih terdiam selama perjalanan. Masih saja terngiang tawaran itu, "Les TOEFL sana."
Tak sadar, air mataku jatuh. Kenapa begini lagi? kenapa begini perlakuanmu..
Aku menangis. Pandanganku kabur, konsentrasiku mulai pecah. Kupelankan motorku, berjalan di sisi jalan menuju kantor. Aku masih saja diam. Iri dengan percakapan tadi, iri dengan perhatian tadi, iri dengan dia, adikku???
Aku ingin teriak, aku ingin menangis sejadinya. Tapi peduli setan dengan teriakanku, tangisanku, semua akan berlalu ditiup angin kering.
Aku terlamun..

***

1999,
taun ini bakal lulus SMP, niat udah bulat bakal ngelanjutin ke SMA favorit pilihanku. Sebenarnya sebelumnya mau pilih sekolah analis negeri, tapi ternyata sejak taun lalu, sekolah analis negeri udah berubah jadi Akademi analis. Pupus sudah. Aku ingat mama lantas memintaku melanjutkan sekolah di Aliyah. Padahal SMA negeri itu juga sudah kuincar sejak lama. Ebtanas selesai, segera saja aku didaftarkan di Aliyah, tanpa menunggu hasil ujianku keluar. Tes pun dijalani, aku sengaja tidak belajar mempersiapkan diri untuk tes tersebut. Berharap tidak lulus. Apalah daya, lulus juga. NEM ku keluar. NEM tinggi itu ternyata tak meluluhkan niat mamaku memasukkanku ke sekolah agama pilihannya. Tak peduli anaknya setengah mati menolak. Tak peduli anaknya semalaman menangis..

2002,
lulus Aliyah
menangis sejadi-jadinya..
kabur..
pergi
berharap semua cuma mimpi..
tapi tak pernah tertidur, semua nyata.. sesak, sesak.. tangis
aku pun menikah, bukan untukku..
Kuliah, prestasi, beasiswa, luar negeri, karir, lupakanlah.. walaupun aku bisa, walaupun aku mampu

2007,
"Ma, ini keputusanku..", jelasku mencoba memberi pengertian
dia diam..
"Terserahlah.." mungkin hatinya bicara begitu
aku tau ia kecewa, aku tau ia sakit.. begitupun aku Ma, aku juga kecewa, aku juga sakit.
Aku juga sakit dengan perceraianku, dengan keputusanku.. tapi biarkanlah aku sekali ini saja memenuhi keinginanku. Memutuskan sendiri pilihanku. Membahagiakan batinku..
Kumohon..

2009,
Aku tau kau masih saja kecewa denganku.. sampai saat ini, sampai kau muak melihat mukaku, anakku, kegiatanku, temanku, semua tentangku. Sampai kau enggan untuk sekedar menyapaku, menjawab salamku, melihat wajahku. Sampai kau tak lagi menganggapku ada.. padahal aku disini masih saja merindukan sapaanmu, merindukan mata teduh itu memandangku penuh sayang seperti waktuku kecil dulu, melihat senyum banggamu tersungging seperti dulu kau membanggakanku. Aku kehilangan Ma, aku kehilangan.. atau semua itu karena aku bukan lagi seperti harapanmu?? yang kau ingin aku menjadi "mimpimu".

***

hari ini,
Aku terlamun..masih membayangkan percakapan itu. Dukungan, semangat yang diberikannya untuk adikku, yang tak pernah kudapat, yang seharusnya juga paling tidak pernah kurasa. Dan aku, aku sendiri tertatih menata masa depanku, merajut asa untuk anakku, tak pernah berhenti memberi yang terbaik untuk dirimu, walau semua sia-sia di matamu. Aku sendiri, berdiri diatas kedua kaki rapuhku, hanya mampu tersenyum getir, menyemangati hariku, menyemangati batinku, mencoba terus memberi senyum untuk anakku.
Aku iri???
mungkin..
walau tidak sebenarnya, aku hanya merindukan hakku sebagai anak.. walau kini aku seorang ibu.



*aku tak tau apa yang sebenarnya kutulis, semua mengalir saja, seperti airmata..

Nenangga hari ini

1
Hari ini masup kantor, akhirnya, setelah dua hari leha2 dirumah krn flu berat MySpace Yang pertama dikerjain begitu buka kompi, nenangga alias blogwalking, nyari temen baru MySpace. Yang pertama saya datengin itu blognya Lee, dari dialah saya maen ke blog temen2nya. Jadi pagi ini udah dapet temen baru aja saya. Gak banyak-banyak amat sih, ya iyalah secara udah diplototin tuh sama kerjaan. Jadi nenangganya emang super kilat. Hasil nenangga kali ini ketemu jeng Inge dengan dream box nya, trus neng nunuy yang template nya saya sukaaaaaaaaa banget, Blog sederhana (katanya) Bang Azhis, yang terakhir Puisi Pemimpi -->ini sebangsanya mbak irma nih.
Selain itu, saya juga nerima tamu nih di cbox saya yg masih baru. Ada Blog Anang, Mas Puguh, Neng Nunuy juga yg udah namu balik kerumah saya ini, thanks ya buat link templatenya. Desi -temen smp saya nih-, juga Pak Mirza.
Buat semua teman, tengkyu tengkyu atas kunjungannya, juga pertemanannya.. MySpace
*balik kerja lagi, liat tumpukan kertas MySpace

Minggu, 21 Maret 2010

Gak ada ide buat judulnya..

8
Sejak surat resign itu saya kirim, udah tentu saya juga harus menyiapkan dengan lebih matang rencana usaha ke depan. Ya iyalah, emang duit mo dateng sendiri gituh. Helllooooh, mimpi aje. Saya bocorin dikit ya beberapa usaha yang mau saya bangun.


Pertama, MANGAN si makanan ringan–bukan biji mangan yak–. Usaha ini udah saya mulai dari taun kemaren, dengan skala kecil Cuma iseng buat cemilan di kantor.Nggak taunya waktu nyoba dijual di internet banyak yang minat juga buat dijual di kantor-kantor. Jadilah dulu sempet ngelakonin usaha ini, kemudian vakum karena masih bolak-balik ngerjainnya bareng temen. Capek bo eike.. nah, sekarang lagi digiatkan lagi nih, mulai dari beli peralatan sendiri, bikin kartu nama, bikin logo, bikin macem-macem paket penawaran, nyari reseller dengan sistem yang gak ribet, yang penting sama-sama untung heheheh.. Alhamdulillah udah jalan dan sedikit banyak sudah menghasilkan.

Kedua, masih bertemakan makanan…hummh, semua suka makan soale *ngaku. Insya Allah akan segera buka kantin di kampus (gila juga kan, kampus sendiri digarap juga bo). Bukan sembarang kantin, walopun cuma jualan mie ayam bakso, kantin saya mah pake konsep. Sebenernya mungkin gak tepat kalo dibilang konsep, prinsip aja kali ya. Kalo yang namanya makanan itu harus bersih dan higienis, makanya nanti itu bakalan jadi bukan sekedar warung mi ayam, tapi warung mi ayam yang bersih dan sehat. Sehat? Iya donk, semua bahannya bukan awetan alias fresh from the pasar. Mi nya home made bu, mi ijo, mi oren, mi pelangi, mi telor, silahkan pilih. Lo tau sodara-sodara siapa yang bikin? Hehehe, ngumpet ah.. Sampe sekarang masih proses nego sama pihak kampus. Mudah-mudahan awal april dah siap. Sekali lagi doain ya…..

Ketiga, yang ini bukan makanan. Secara hobi saya itu selain makan juga adalah jalan-jalan, makanya dari dulu obsesi banget pengen bikin tour organizer. Maka terwujudlah si Jalan-jalan Edukasi. Konsep simpel nya adalah study tour. Pernah ngalamin kan waktu jaman sekolah dulu? Yup, studi tur di JJE lebih terkonsep dan terorganisir. Kalo biasanya studi tur itu hambar-hambar aja, gak ada kesan-kesannya selain liat-liat doank, di JJE akan dibikin beda. Pokoknya pengalaman dan kesan bener-bener diperhatiin. Selain itu peserta JJE juga bakalan dapet kaos dan liputan khusus dari tim kreatif JJE. Sampai saat ini udah ada beberapa program yang siap dipasarkan.
Keempat dan seterusnya bakalan menyusul.. Mimpi kan harus terus dibangun sodara-sodara.
Yah, itulah bocoran-bocoran usaha yang bakalan saya buka. Sekali lagi mohon doanya dari temen-temen semua.

***

“Mil, klo temen makan di mi ayam gratis donk,” Hehe, ngaku pada nanya gitu kan…
Tenang aja, tinggal bilang aja kapan mo dateng, silahkan makan gratis buuuu…
“cemilan juga gratis donk Mil”, heheh, boleh klo buat sampel.. selanjutnya konsinyasi yak..
“jalan-jalan bisa gratis juga Mil?” *GUBRAG!!!! tetep bisa, yang ini pake syarat, bawa temen 10orang, gratis deh buat 1 orang. *Enak banget y jadi temen gw, hekekekek..
Duh maaf, ini bukan promo lhoo.. ini curcol..

Surat Cinta Buat Sang Bos

5

11 Maret 2010, surat itu kukirim. Bukan surat cinta untuk kekasih, bukan juga surat promo-promo daganganku. Tapi surat pengunduran diri resmi untuk kantorku. Appppaaaa???? Resign???
“Lo yakin Mil mo resign”
“Iya”
“trus nanti lo makan darimana”
“usaha”
Sebuah keputusan yang mungin sedikit gila. Di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda, kenapa saya justru mengambil sebuah keputusan yang aneh. Tak sedikit yang bertanya “kenapa”, dan diiringi senyum tanda kemantapan hati, jawaban sederhana saja yang meluncur: “Pengen istirahat dulu, pengen sama anakku.”
Baru 3 tahun saya bekerja, tahun pertama loncat-loncat dari satu kantor ke kantor lainnya, sampai akhirnya 2 tahun terakhir kuhabiskan di kantor yang sekarang. Dan berarti 3 tahun sudah saya meninggalkan Rayyan setiap hari pergi pagi pulang petang gaji pas-pasan. Walau masih sempat sarapan bareng dan nganter ke sekolah, tetep aja nggak bisa nebus waktu yang udah ilang sebelumnya. Rasa bersalah itu gak akan pernah tertebus.
Kembali ke surat, akhirnya mantap kukirim ke semua petinggi perusahaan. Surat lainnya, kukirim ke temen-temen seperjuangan disana. Satu persatu langsung merespon, ada yang langsung bales imel, ada juga yang langsung ngebuzz YM. Bertanya dengan panik tentang alasanku mengundurkan diri, terutama buat yang kedapetan hand-over tugas. Satu persatu juga kubuat mereka mengerti dengan posisiku. Sebagai single fighter–maap yak klo banyak yang baru tau–, saya memang amat bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup berdua dengan Rayyan, anakku satu-satunya. Segala cara–asal halal–kulakoni untuk sekedar bisa makan enak tiap hari, sekolah, jalan-jalan tiap minggu, dan belanja-belanja =D Semua gaji yang tak seberapa itu kuputar seputar-putarnya di beberapa bidang usaha untuk bisa menjadi berlipat-lipat. Tapi aku sadar, uang-uang itu tak sebanding dengan waktu yang terlewatkan bersama anakku. Beberapa waktu lalu kukendurkan waktu untuk bisnis, demi bisa punya banyak waktu bermain dengan Rayyan. Bisnis sudah dikurangi, ternyata ujian berikutnya datang. Beasiswa kuliahku diterima. Awalnya jadwal kuliah yang Kamis-Jumat-Sabtu masih bisa diimbangi, anakku pun mengerti dengan kesibukan baru Umma nya ini. Namun begitu masuk semester 2, jadwal kuliah berubah drastis menjadi tiap hari jam 5 sore sampai jam 8–ngaret bisa sampe semaunya dosen–. Appah??? Duh, please deh, capeeeeeeeeeek. Tiap hari pulang jam setengah sebelas malem buuu. Dan gak bisa langsung tidur juga, karena Rayyan masih setia nungguin Umma pulang. Dan sedikitpun Rayyan gak pernah ngeluh, tiap pulang tetep aja dia loncat ke pelukan dengan girangnya. Malah sering banget dia langsung nanya “Umma baru pulang kuliah? Rayyan pijitin ya, mau gak?” Duh, ibu mana yang gak makin sayang sama anak kayak gini. Walaupun umurnya baru aja masuk 5 taun tapi Rayyan emang terkenal pengertiannya. Contohnya ya itu tadi. Sempet-sempetnya dia nawarin mijitin padahal itu udah dini hari buat anak-anak. Rasa bersalah pun makin menggunung, makin menguatkan niat untuk segera resign. Bisa ditebak kan, dialah orang pertama yang girang dengan rencana tadi.
“Asiiik, Umma mau berenti kerja?”
“Iya, Umma mau kerja dirumah aja. Rayyan mesti janji bantuin Umma juga, jadi anak yang baik ya.”
“Iya Umma….. oke boss.”
“Tapi sore umma kuliah boleh kan?”
“Iyaaaaaaa….” Sambil meluk Ummanya
Begitulah Rayyan, gemesin.. *duh kangen dia..
***
Dan, surat itu pun terkirim sudah. Satu resolusiku: resign and make money from my own business sudah bisa dicontreng. Selanjutnya, saat ini saya masih membangun tim usaha yang solid untuk usaha-usaha tersebut. Mohon doa restu dan dukungan dari temen-temen semua.. Semoga keputusan ini bisa memperbaiki semua keadaan menjadi lebih baik. Waktu banyak, uang juga banyak heheheheh… Doakan aku ya *bentengtakeshimode:on”
Hugs…. ^^v

Sabtu, 06 Maret 2010

Amprokan Blogger 2010

13
Hari Sabtu biasanya waktunya bangun siang-maksudnya, lebih siang dari biasanya-. Tapi Sabtu ini beda, karena jam 7 pagi ini aku sudah harus nongol di Asrama Haji Bekasi. Sebelum tidur, setel weker jam 4 teng. Kenyataanya, jari yang udah apal sama keypad "cancel" tetep aja mencet matiin tuh alarm. Nerusin tidur setengah jam lagi, sambil nunggu subuh. Hwaaaah, males nih, pengen tidur.. Hampir aja setan ngarahin jari untuk sms para panitia amprokan "mas, mbak, aku gak dateng ya.. " heheheheh, bisa kena jitak aku sama temen-temen blogger bekasi.. yah akhirnya singkat cerita, dengan semangat '45, walaupun masih memaksakan mata melek, aku mandi dan siap-siap. Jam 6 lewat (dikit kok lewatnya) aku jalan. Dasar aja, bukannya langsung jalan naek angkot bablas tol masuk uki bablas lagi masuk tol kluar Bekasi Barat, langsung ngojek ke TKP, eh malah pake mikir "kayaknya deket lewat Narogong". Dan tau donk sodara-sodara, yup akhirnya lewat Narogong juga. Naek angkot ke Cileungsi lanjut naek bis prapatan ke Bekasi. Kirain makin cepet, taunyah???? lamiiiiiiiiiii pisan. Ampe ketidur-tidur di bis, belon nyampe-nyampe juga!
Jam 07.30 nyampe di TKP. Asrama Haji Bekasi. Alhamdulillah, panitia (apalagi peserta) belum pada banyak, jadi masih punya banyak waktu untuk siap-siap. Ganti kostum pake kaos "Amprokan Blogger" yang kueren abiiiis ituh, trus langsung mulai bantu registrasi peserta di halaman Asrama Haji. Satu persatu peserta dateng, ada yang sendiri-sendiri, ada yang rombongan, gak jarang yang langsung "ngerusuh". Masing-masing peserta dapet paket isi name tag, pin dan kaos Amprokan.
Jam 08.30 peserta sudah terkumpul, 200 lebih peserta dari berbagai perwakilan wilayah Nusantara siap mensukseskan acara Amprokan Blogger 2010 ini. Huuuah, seneng seneng seneng..ramee..
Banyak cerita menarik hari ini. Tentang kebersamaan dan kehebohan para peserta, terutama bis 3 yang kutumpangi, tentang UKM boneka dan oleh-oleh bantal boneka nya, tentang bau-bauan di TPST Sumur Batu juga anak-anak yang hidup disana. Tentang tur Kota Jababeka, mulai dari awal gagasan sampai menjadi maju seperti sekarang, President University dengan dormitory nya yang wuah buanget, Pak Eka Budianta yang begitu menginspirasi dengan kecintaannya pada pohon, dan banyak lagi. Live Blogging Competition, juga sarasehan dirumah Pak Walikota Bekasi kita Bpk. H.M Mochtar Muhammad yang hueboh tenan, talkshow bareng artis-artis tamu yang bikin para peserta jadi melek lagi padahal udah jam 11 malem waktu Bekasi. Hmh, hari ini begitu panjang..
Jam 24.00 teng acara hari ini akhirnya berakhir, dengan ekspresi lelah dan senyum dari semua baik peserta maupun panitia. Semua akhirnya pulang, ada yang pulang kerumah masing-masing, ada pula yang memutuskan untuk menginap di Asrama Haji, termasuk aku. Masih ada satu hari lagi yang nggak boleh dilewatkan, besok ada Car Free Day disini, juga Seminar terakhir acara Amprokan ini.
Lelah, tapi senang, begitu mengesankan..
Dikamar yang berisi 10 orang peserta cewek ini, aku beristirahat. Sesekali bersenda gurau, walaupun mata dan rona wajah tak bisa menutupi capek. Sebelum tidur, kusempatkan bertanya pada mereka, "gimana hari ini, kesannya??" dan mereka semua menjawab, "wah, banget mbak". Alhamdulillah.. ^^
 

Temen Blogger ^^

Komunitas Saya