Selasa, 05 Januari 2010

Tur Buat Yang Mau Bunuh Diri

Bunuh diri pake tur?? aneh kan?? trus emang bunuh diri itu dibolehkan ya? bukannya semua agama dan negara melarang praktek bunuh diri. Ups, jangan salah, ternyata ada lho negara yang tidak melarang warganya untuk bunuh diri. Masa' sih??

Banyaknya masalah, mulai dari himpitan ekonomi, rumah tangga, cinta, karir, dan banyak lagi masalah lainnya yang udah pasti akan dihadapi oleh semua manusia, membuat manusia selalu berfikir keras untuk mencari jalan keluar. Hanya saja, lemahnya iman, dan kebuntuan mencari solusi tidak jarang membuat sebagian orang mencari jalan pintas keluar dari masalah. Bunuh diri dianggap solusi paling pas untuk mengakhiri semua.Hallloooo..lupa ya sama kata-kata bijak bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Yah tapi begitulah manusia kan.. Hampir semua agama, dalam kitab suci mereka tidak ada yang menganjurkan tindakan bunuh diri sebagai solusi. Dan hampir semua negara serta pemerintahannya, pastilah melarang warganya untuk bunuh diri, yang lantas dibukukan dalam peraturan perundang-undangan.

Tapi, yang terjadi di Zurich, Swiss, mungkin bertolak belakang dengan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Kota yang terkenal dengan pemandangan alam yang menawan, membuat banyak turis jatuh hati ini, ternyata juga dikenal sebagai tempat tujuan wisata untuk mereka yang ingin mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Undang-undang di Swiss, memperkenankan seseorang bunuh diri, dengan catatan dan syarat mutlak, bahwa ia harus mendapatkan rekomendasi dan izin tertulis dari dokter, serta surat pernyataan yang menyatakan bahwa orang tersebut memiliki penyakit dan tidak dapat disembuhkan lagi dari penyakit yang menahun.

Konyolnya, menyadari akan hal tersebut, otak bisnis manusia jadi terbuka! Dari catatan, setidaknya ada 2 biro perjalanan wisata yang mengatur wisata bunuh diri ini. Mereka adalah Exit dan Dignitas, yang mempersiapkan proses ethunasia - tindakan mematikan orang untuk meringankan penderitaan - dimulai dari pelayanan premium sebelum bunuh diri dilakukan, seperti tinggal di hotel mewah dan dipenuhi semua keperluannya, sampai prosesi bunuh diri yang diiringi dengan musik dan dilihat oleh minimal 2 anggota keluarga itu berlangsung.

Dalam catatan, setidaknya ada 400 kasus bunuh diri terjadi di Zurich tiap tahunnya, dan kedua biro perjalanan wisata tadi, berhasil membukukan 130 kasus untuk Exit dan 1.027 orang bunuh diri di Dignitas. Sekitar 2/3 kasus bunuh diri tersebut, ternyata dilakukan oleh turis dari Inggris, Jerman dan Prancis.

Kendati demikian, Pemerintah Swiss belakangan ini mempertimbangkan untuk menghapus aturan itu guna digantikan dengan peraturan yang lebih manusiawi, entah dihapus atau diperbaiki lagi??? *apanya yang mau diperbaiki ya..

-------

info dari www.tokoeureka.com

2 comments:

eman on 6 Januari 2010 09.28 mengatakan...

Bersyukurlah bagi mereka yang sadar akan keberadaannya dan kuat iman dalam menghadapi ujian.............sebegitunya yah.........?
manusia bisa melakukan apa aja sampai bunuh diri.........tdk masalah.

Lady'sDiary on 8 Januari 2010 10.20 mengatakan...

itulah manusia pak..ada saja cara untuk memuaskan dirinya, termasuk bunuh diri, menurut saya cuma salah satu cara memuaskan keinginannya untuk keluar dari masalah. Tidak bijak pastinya, karena hidup ini harus dijalani, bukan diakhiri dengan sia-sia.. *sok bijak mode on =D

 

Temen Blogger ^^

Komunitas Saya